Senin, 22 Maret 2010

m3n9hItung h@rI

Menghitung hari

Detik demi detik

Menunggu hasil ujian nanti

Apakah lulus

Ataukah tidak

Tapi kuharus tetap optimis...

NB:Wat temen-temen yang mau menghadapi UN 2010 tetap belajar,berdo'a dan tak lupa ridho orang tua,OK!..

Kamis, 18 Maret 2010

Habis Manis Sepah di Buang (Revisi)

Oleh : Nining KN

Malam yang begitu dingin menyelimutiku yang masih tidur pulas.Rembulan bersinar begitu terang seakan-akan tersenyum senang malam ini.Kebetulan hari ini hari minggu,jadi aku tidak masuk sekolah karena libur.Jadi tidak kagum apabila bangun siang,biasa anak remaja.

Tidak lama kemudian aku dibangunkan oleh suara ketukan pintu yang dari tadi berusaha membangunkanku.
“Non,bangun sudah siang.Itu sudah ditunggu Tuan dan Nyonya di Meja makan,soalnya Tuan tergesa-gesa mau berangkat kerja.”oceh Bik Nah yang setiap pagi selalu membangunkanku dan menuruti apa-apa yang aku inginkan.Dan yang setiap saat setia menemani aku di rumah,karena kedua orang tuaku yang selalu sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah.Karena aku juga anak semata wayang,yang mungkin bisa dikatakan manja.
“Ya Bik bentar lagi juga turun.”jawabku pada Bik Nah.
Akupun langsung bergegas bangun dan turun ke Meja makan untuk makan bersama dengan kedua orang tuaku,yang kebetulan hari ini Ayah dan Ibuku akan Meeting di luar kota selama satu minggu.Jadi sarapan yang terakhir kalinya.

“Putri,selama Mama pergi kamu jangan aneh-aneh di Rumah.Belajar yang sungguh-sungguh.”pesan Mama sebelum berangkat ke bandung.
“Ya Ma,pasti Putri belajar kok!”jawabku santai.
“Ya sudah Mama dan Papa pergi dahulu,Da sayang…”
“Da Ma,hati-hati di jalan ya.”

Setelah Mama dan Papa pergi,akupun langsung meluncur dengan menaiki mobil sedan hitamku ke rumah Sintya untuk berkumpul bersama dengan teman-temanku.Soalnya ada kesempatan,jadi tidak akan aku sia-siakan.Sambil menyetir akupun mendengarkan MP3 Black Berryku,yaitu Band kesukaanku THE ROCK.setelah bebrapa saat menempuh perjalanan,akhirnya sampai juga ke rumah Sintya.
“Hai Sob,gimana jadi tidak kita jalan-jalan ke mall.Mumpung tebal nih …”tawarku kepada teman-temanku.
“Mau…mau…,kitakan tidak mau menolak rezeki,kan tidak baik yakan Mel?”jawab Sintya.
“Ya,masak kita mau nolak rezeki kan tidak baik.”
“Sok alim kamu?”ejekku.
“Emang ortumu jadi pergi?”tanya Rida.
“Namanya juga perjanjian Bisnis,mana bisa dibatalkan.Ya sudah,dari pada membicarakan urusan ortuku,mendingan langsung pergi senang-senang saja.”tawarku.
“Oke deh…”tanda persetujnuanteman-temanku.Aku dan teman-temanku pun langsung berangkat ke Mall.


* * *

Setelah sampai di Mall,kamipun langsung berpuas-puas belanja dan berfoya ria.Kami langsung memasuki tempat pakaian,pernak-pernik dan assesories.
Kulihat banyak baju modern,tas yang bagus-bagus dan perhiasan perak yang unik-unik.
“Eh,Put kamukan yang akan bayar semua ini?”tanya Sintya.
“Pasti,pokoknya kalian belanja saja.”jelasku.
Waktu berjalan begitu cepat,tidakku duga jam telah menunjukkan angka 15.00 WIB.Kamipun langsung pulang.
“Sin,malam ini bolehkan aku tidur di rumahmu?”tanyaku pada Sintya.
“Tentu,tapi kamu sudah izin belum sama Bibikmu?”
“Ah,tidak usah.”
“Tapi bagaimana kalau mencarimu?”
“Masa bodoh,yang penting aku bisa bebas.”
“Baiklah.Bagaimana kalau nanti malam kita ke Simpang lima,kan ada konser The Rock.”usul Sintya.
“Oke aku setuju.Bagaimana kamu Put?”tanya Amel.
“So pasti…kasihankan kalau kita lewatkan!”

Kamipun langsung bersiap-siap untuk nonton konser.Dan kami memakai baju yang baru saja tadi siang kita beli.Ku pakai gaun pink dan sepatu merah muda yang merupakan warna kesukaanku.Kami lansung tancap gas menuju Simpang lima,yang cukup jauh dari rumah Sintya.

* * *

Tidak terasa kami telah sampai di Simpang lima.Disana sangat ramai sekali,kira-kira 1.000 orang yang memadati lapangan Simpang lima.Lampu warna-warni menghiasi lapangan dan memeperindah suasana.Ku habiskan uangku berhamburan tanpa jelas di hari ini.
“Wah…,Seru sekali.”
“Bukan seru lagi sudah lebih…!”jawab Rida.
“Woi…malam ini aku senang sekali.”teriakku pada rembulan yang agak enggan tersenyum padaku.

Puas menikmati konser,akupun lansung pulang ke rumah Sintya.Sampai di rumah Sintya,aku langsung merebahkan badanku di atas ranjang tunggal kamar Sintya.Tiba-tiba…
Gret…gret…HPku berbunyi.
“Siapa?”
“Ini Papa Put,sekarang pulanglah.”
“Lho kok Papa sudah pulang,katanya 1 minggu?”
“Jangan bertanya dulu,pulanglah sekarang.”
“Baiklah pa…Putri pulang sekarang.”
Akupun langsung pulang dengan tergesa-gesa,tanpa berpamitan dengan Sintya.

* * *

Sampai di halaman rumah,aku langsung berlari menuju ruang tamu.dan ternyata ku temui Ayah dan Ibuku sudah menangis,tidak tahu mengapa mereka menangis.
“Ada apa Pa,Jawab?”
Papapun hanya terdiam dan terdiam.
“Ada apa Pa,jawab Putri?”
“Rumah dan semua peralatan termasuk mobil di sita…”
“Mengapa semua peralatan harus di sita,pa?”
“Perusahaan kita bangrut put.”jelas papa padaku.
“Tidak mungkin,tidak mungkin…”
“Betul Put,mulai besok kita harus pindah ke tempat lain,mungkin ke Kontrakkan.”kata Mama.
Awalnya aku tidak bisa menerima semua ini,tapi aku hanya bisa menerima dan merenungi nasib malang yang menimpaku.

Keesokan harinya seperti biasa aku berangkat sekolah,tapi kali ini aku hanya berjalan kaki sendirian menelusuri jalan yang sepi dari kontrakkan baruku.Kampung yang kumuh dan kotor.

Sampai di sekolahan mengapa semua sahabatku tidak lagi menyambutku dan menyapaku?ada yang salah denganku…
“Hai Mel,lagi apa?”sapaku pada Amel.
Tanpa jawaban sahabatku pergi meninggalkanku begitu saja.Tapi aku terus mengejar mereka.
“Kenapa sih dari tadi kalian menghindar dariku?apa aku ada salah dengan kalian?”
“Atau karena aku miskin,tidak kaya seperti kalian,aku gembel apa…”sambungku sambil menagis dan perasaan kecewa.
“Bagus deh kalau kamu sadar dan tahu diri.”jawab Sintya.
“Ternyata kalian sahabat yang berhianat,hanya memanfaatkan hartaku dan kekayaanku,kalian sahabat yang tidak sejati.”
“Ternyata baru tahu,bagusdeh……dari pada menyesal kemudian.”
“Dasar,kalian tidak tahu diri!.Dan aku menyesal telah bersahabat dengan kalian semua.”

Akupun langsung berlari keluar sekolah meninggalkan teman-temanku yang hanya membuatku meneteskan air mata.Sepanjang jalan ku menelusuri sendiri tanpa mobil tempatku berteduh dan tanpa sahabat yang menemaniku,di bawah panasnya terik matahari yang tampak sedih melihatku menangis.Sekarang aku menemukan pelajaran berharga dalam hidupku.Dan aku tahu,hanya sahabat sejatilah yang dapat mengerti keadaan sahabat lainnya.

Kamis, 11 Maret 2010

-ILMU BEKALKU-

Oleh : Nining KN.
Ku rela meninggalkan keluargaku
Hanya mencari satu tujuan
Mencari ilmu
Sebagai bekal dan pedoman
Selama hidup di dunia dan akhiratku...

Ilmu,
Aku harus mencarimu
walaupun waktu terus bergulir
Tapi aku tetap mengejarmu
meski sampai ke negeri Cina
Yang jauh di sana...

Kewajiban semua muslim
Termasuk mencarimu,
Mempelajari,serta Mengamalkanmu...

Rabu, 10 Maret 2010

HABIS MANIS SEPAH DIBUANG

Oleh :Isponi Umayah

Malam yang begitu dingin menyelimutiku yang masih tidur pulas.Rembulan bersinar begitu terang seakan-akan tersenyum senang malam ini.Kebetulan hari ini hari minggu,jadi aku tidak masuk sekolah karena libur.Jadi tidak kagum apabila bangun siang,biasa anak remaja….

Tidak lama kemudian aku dibangunkan oleh suara ketukan pintu yang dari tadi berusaha membangunkanku.
“Non,bangun sudah siang.Itu sudah ditunggu Tuan dan Nyonya di Meja makan,soalnya Tuan tergesa-gesa mau berangkat kerja.”Oceh Bik Nah yang setiap pagi selalu membangunkanku dan menuruti apa-apa yang aku inginkan.Dan yang setiap saat setia menemani aku di rumah,karena kedua orang tuaku yang selalu sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah.Karena aku juga anak semata wayang,yang mungkin bisa dikatakan manja.
“Ya Bik bentar lagi juga turun.”jawabku pada Bik Nah.
Akupun langsung bergegas bangun dan turun ke Meja makan untuk makan bersama dengan kedua orang tuaku,yang kebetulan hari ini Ayah dan Ibuku akan Meeting di luar kota selama satu minggu.Jadi sarapan yang terakhir kalinya.

“Putri,selama Mama pergi kamu jangan aneh-aneh di Rumah.Belajar yang sungguh-sungguh.”Pesan Mama sebelum berangkat ke bandung.
“Ya Ma,pasti Putri belajar kok!”Jawabku santai.
“Ya udah Mama dan Papa pergi dahulu,Da sayang…”
“Da Ma,hati-hati di jalan ya.”

Setelah Mama dan Papa pergi,akupun langsung meluncur dengan menaiki mobil sedan hitamku ke rumah Sintya untuk berkumpul bersama dengan teman-temanku.Soalnya ada kesempatan,jadi tidak akan aku sia-siakan.Sambil menyetir akupun mendengarkan MP3 Black Berryku,yaitu Band kesukaanku THE ROCK.setelah bebrapa saat menempuh perjalanan,akhirnya sampai juga ke rumah Sintya.
“Hai Sob,gimana jadi tidak kita jalan-jalan ke mall.Mumpung tebal nih …”Tawarku kepada teman-temanku.
“Mau…mau,kitakan tidak mau menolak rezeki,kan tidak baik yakan Mel?”jawab Sintya.
“Ya,masak kita mau nolak rezeki kan tidak baik.”
“Sok alim kamu?”Ejekku.
“Emang ortumu jadi pergi?”Tanya Rida.
“Namanya juga perjanjian Bisnis,mana bisa dibatalkan.Ya sudah,dari pada membicarakan urusan ortuku,mendingan langsung pergi senang-senang saja.”tawarku.
“Oke deh…”tanda persetujnuanteman-temanku.Aku dan teman-temanku pun langsung berangkat ke Mall.


* * *

Setelah sampai di Mall,kamipun langsung berpuas-puas belanja dan berfoya ria.Kami langsung memasuki tempat pakaian,pernak-pernik dan assesories.
Kulihat banyak baju modern,tas yang bagus-bagus dan perhiasan perak yang unik-unik.
“Eh,Put kamukan yang akan bayar semua ini?”Tanya Sintya.
“Pasti,pokoknya kalian belanja saja.”Jelasku.
Waktu berjalan begitu cepat,tidakku duga jam telah menunjukkan angka 15.00 WIB.Kamipun langsung pulang.
“Sin,malam ini bolehkan aku tidur di rumahmu?”Tanyaku pada Sintya.
“Tentu,tapi kamu sudah izin belum sama Bibikmu?”
“Ah,tidak usah.”
“Tapi bagaimana kalau mencarimu?”
“Masa bodoh,yang penting aku bisa bebas.”
“Baiklah.Bagaimana kalau nanti malam kita ke Simpang lima,kan ada konser The Rock.”Usul Sintya.
“Oke aku setuju.Bagaimana kamu Put?”Tanya Amel.
“So pasti…kasihankan kalau kita lewatkan!”

Kamipun langsung bersiap-siap untuk nonton konser.Dan kami memakai baju yang baru saja tadi siang kita beli.Ku pakai gaun pink dan sepatu merah muda yang merupakan warna kesukaanku.Kami lansung tancap gas menuju Simpang lima,yang cukup jauh dari rumah Sintya.

* * *

Tidak terasa kami telah sampai di Simpang lima.Disana sangat ramai sekali,kira-kira 1.000 orang yang memadati lapangan Simpang lima.Lampu warna-warni menghiasi lapangan dan memeperindah suasana.Ku habiskan uangku berhamburan tanpa jelas di hari ini.
“Wah…,Seru sekali.”
“Bukan seru lagi sudah lebih…!”Jawab Rida.
“Woi…malam ini aku senang sekali.”Teriakku pada rembulan yang agak enggan tersenyum padaku.

Puas menikmati konser,akupun lansung pulang ke rumah Sintya.Sampai di rumah Sintya,aku langsung merebahkan badanku di atas ranjang tunggal kamar Sintya.Tiba-tiba…
Gret…gret…HPku berbunyi.
“Siapa?”
“Ini Papa Put,sekarang pulanglah.”
“Lho kok Papa sudah pulang,katanya 1 minggu?”
“Jangan bertanya dulu,pulanglah sekarang.”
“Baiklah pa…Putri pulang sekarang.”
Akupun langsung pulang dengan tergesa-gesa.

* * *

Sampai di halaman rumah,aku langsung berlari menuju ruang tamu.dan ternyata ku temui Ayah dan Ibuku sudah menangis,tidak tahu mengapa mereka menangis.
“Ada apa Pa,Jawab?”
“Rumah dan semua peralatan termasuk mobil di sita…”
“Mengapa semua peralatan harus di sita,pa?”
“Perusahaan kita bangrut put.”Jelas papa padaku.
Akupun hanya bisa menangis meratapi dan merenungi nasib malangku.

Keesokan harinya seperti biasa aku berangkat sekolah,tapi kali ini aku hanya berjalan kaki sendirian menelusuri jalan yang sepi dari kontrakkan baruku.
Sampai di sekolahan mengapa semua sahabatku tidak lagi menyambutku dan menyapaku?ada yang salah denganku…
“Hai Mel,lagi apa?”Sapaku pada Amel.
Tanpa jawaban sahabatku pergi meninggalkanku begitu saja.Tapi aku terus mengejar mereka.
“Kenapa sih dari tadi kalian menghindar dariku?apa karena aku miskin,tidak kaya seperti kalian,aku gembel apa…”Jelasku sambil menagis dan perasaan kecewa.
“Bagus deh kalau kamu sadar dan tau diri.”Jawab Sintya.
“Ternyata kalian sahabat yang berhianat,hanya memanfaatkan hartaku dan kekayaanku,kalian sahabat yang tidak sejati.”
“Ternyata baru tahu,bagusdeh……dari pada menyesal kemudian.”
“Dasar tidak tahu diri.”

Akupun langsung berlari keluar sekolah meninggalkan teman-temanku yang hanya membuatku meneteskan air mata.Sepanjang jalan ku menelusuri sendiri tanpa mobil tempatku berteduh dan tanpa sahabat yang menemaniku,di bawah panasnya terik matahari yang tampak sedih melihatku menangis.Sekarang aku menemukan pelajaran berharga dalam hidupku.Dan aku tahu,hanya sahabat sejatilah yang dapat mengerti keadaan sahabat lainnya.

Jumat, 26 Februari 2010

KASIH TERPISAHKAN (REVISI)

Oleh: Nining KN

Pagi buta angin bertiup sepoi-sepoi mengelus tubuhku yang masih tidur terlelap di dalam kamarku.Padahal jam telah menunjukkan angka 06.00 WIB.Tiba-tiba aku dibangunkan oleh bunyi ponselku.
Tililit...Tililit…
“Aduh,siapa sih pagi-pagi sudah telpone,mengganggu orang tidur saja!”ketusku,sambil mengangkat HPku.
“Hallo…”
“Hai bangun…, jangan tidur terus!Sudah jam 06.30 nih.Kitakan harus berangkat pagi,secara hari ini adalah hari perpisahan.”
“Ya deh sebentar lagi aku juga mau mandi,kamu jangan khawatir Van…”Kataku.
“Dasar anak mama,jam segini belum bangun!”Ejek Revan.
“Ya sudah deh,aku mau mandi bye-bye…”
Akupun langsung bergegas mandi dan siap-siap untuk berangkat sekolah.

* * *

Sampai di sekolahan aku melihat Revan sedang bersenda gurau dengan teman-teman,akupun langsung ikut bergabung.
“Hai friend bareng donk…!”sapaku.
“Eh kamu Ayy kok sudah sampai sini?”Tanya revan sembari tersenyum padaku.
“Eh Ayy,nanti aku mau menampilkan sebuah lagu untukmu.”
“Oh ya…?apa tuh pasti istimewa kamu persembahkan untukku,ya kan ngaku deh!”Tanyaku penasaran.
“Tunggu saja nanti”Ucap Revan yang membuatku penasaran.

Acara perpisahanpun telah tiba,aku sangat sedih, karena harus berpisah dengan teman-temanku dan sahabatku selama 3 tahun yang tak lain adalah Revan.

Pada saat acara,aku duduk di sebelah Dani,sepupuku.Sedangkan Revan duduk di depan karena akan tampil membawakan sebuah lagu.
“Rasanya sedih sekali akan berpisah dengan teman-teman”Ucapku lirih kepada Dani.
“Ya nih Ayy,apalagi dengan kamu.”
“Gombal kamu Dan…”Ketusku.
“Ye sekali-kalikan tidak apa-apa”
“Inimah bukan sekali tapi beberapa kali”Ejekku.
“Tapikan,kita mau nerusin di SMA sama,jadi tak masalah”Tambahku.
“Oh ya,kok aku lupa ya!”ucap Dani dengan agak sedikit malu.
“Eh nih saatnya Revan tampil”kataku sambil agak penasaran.
“Emang kenapa?”Tanya Dani padaku.
“Tidak,tadi katanya dia mau mempersembahkan sebuah lagu special untukku,jadi aku penasaran.”Jelasku.

Setelah aku tunggu,ternyata Revan menyanyikan sebuah lagu dari Ungu yang berjudul “Cinta Dalam Hati”.Di situ aku sadar bahwa selama ini Revan menyukai diriku.Sebenarnya aku juga mencintainya,tapi saat mendengar ia akan pindah,aku bohong.Dan aku bilang hanya menganggapnya sebagai sahabat,tidak lebih.Aku kira Revan menerima dengan lapang dada apa yang telah aku putuskan.Karena memang ia anak yang pantang putus asa, baik dalam hal pelajaran maupun masalah lain.Hatiku sakit saat aku harus bohong.Memang di sisi lain aku melihat dia tulus mencintaiku,seperti yang tersirat dalam lagu yang di bawakannya,yaitu


Mungkin ini memang jalan taqdirku
Mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku asalkaupun bahagia dalam hidupmu
Telah lama ku pendam perasaan ini
Menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku mencintaimupun adalah bahagia untukku


Air matapun tidak dapat ku bendung lagi,dan dengan sendirinya mengalir dari sudut bola mataku.
“Oh Tuhan,mengapa ini semua bisa terjadi?”Kata hati kecilku.Ku lihat Dani melihatku sambil curiga.
“Kenapa Ayy kok nangis?”Tanya Dani padaku.Tapi aku tidak menjawab,dan terus membisu sembari merenungkan kisah-kisah yang selama ini ku lewati bersama Revan,selama kurang lebih tiga tahun.

Setelah acara selesai akupun meminta sesuatu pada Dani untuk memberikan waktu padaku agar dapat bertemu dengan Revan,untuk yang terakhir kalinya.Karena Revan akan pindah ke luar Negeri bersama orang tuanya yaitu ke Italia.
“Dan,aku mohon beri waktu untuk bertemu dengan Revan yang terakhir kalinya,please?”Pintaku pada Dani.
“Tapi Ayy,…Oke deh tapi aku temani”
“Baiklah…”ucapku.
Akhirnya aku dapat mengantar Revan ke Bandara dengan diantar Dani.


* * *

Saat di Bandara aku sempat bercakap-cakap dengan Revan untuk yang terakhir kalinya.
“Hanya satu pesanku padamu Ayy,semoga kamu dapat menemukan cinta sejatimu”Ucap Revan padaku.Mendengar kata-kata itu,rasanya aku ingin menangis,tapi aku berusaha untuk menahannya.
“Begitu juga kamu Van…,jaga baik-baik diri kamu dan jangan pernah lupakan sahabatmu yang paling baik dalam hidupmu ini”Pesanku sebelum Revan meninggalkanku,sambil menangis.
“aku akan selalu mengingatmu dimanapun aku berada.”sambil mengusap air mata yang menetes di pipiku.
“Bye …”salam terakhir Revan padaku.

Tiba saatnya pesawat akan lepas landas akupun hanya dapat melambaikan tangan untuk yang terakhir kalinya.Memang benar apa yang pernah di katakannya dulu,bahwa semua manusia telah di ciptakan berpasang-pasang,dan mungkin Revan bukan milikku.Dan aku tidak boleh putus asa.

Rabu, 24 Februari 2010

KASIH TERPISAHKAN

Oleh:Isponi Umayah

Pagi buta angin bertiup sepoi-sepoi mengelus tubuhku yang masih tidur terlelap.Padahal jam telah menunjukkan angka 06.00 WIB.Tiba-tiba aku di bangunkan oleh bunyi ponselku.
Tililit...Tililit…
“Aduh,siapa sih pagi-pagi sudah telpone,ganggu orang tidur saja!”ketusku,sambil mengangkat HPku.
“Hallo…”
“Hai,bangun jangan tidur terus!Sudah jam 06.30 nih.Kitakan harus berangkat pagi,secara hari ini adalah hari perpisahan.”
“Ya deh sebentar lagi aku juga mau mandi,kamu jangan khawatir Van…”Kataku.
“Dasar anak mama,jam segini belum bangun!”Ejek revan.
“Ya sudah deh,aku mau mandi bye-bye…”
akupun langsung bergegas mandi dan siap-siap untuk berangkat sekolah.

* * *

Sampai di sekolahan aku lihat Revan sedang bersenda gurau dengan teman-teman,akupun langsung ikut bergabung.
“Hai friend bareng donk…!”sapaku.
“Eh kamu ayy kok sudah sampai sini?”Tanya revan sembari tersenyum padaku.
“Eh ayy,nanti aku mau menampilkan sebuah lagu untukmu.”
“Oh ya…?apa tuh pasti istimewa kamu persembahkan untukku,ya kan ngaku deh!”Tanyaku penasaran.
“Tunggu saja nanti”Ucap revan yang membuatku penasaran.

Acara perpisahanpun telah tiba,aku sangat sedih, karena harus berpisah dengan teman-temanku dan sahabatku selama 3 tahun yang tak lain adalah Revan.

Pada saat acara,aku duduk di sebelah Dani,sepupuku.Sedangkan Revan duduk di depan karena akan tampil membawakan sebuah lagu.
“Rasanya sedih sekali akan berpisah dengan teman-teman”Ucapku lirih kepada Dani.
“Ya nih Ayy,apalagi dengan kamu.”
“Gombal kamu Dan…”Ketusku.
“Ye sekali-kalikan tidak apa-apa”
“Inimah bukan sekali tapi beberapa kali”Ejekku.
“Tapikan,kita mau nerusin di SMA sama,jadi tak masalah”Tambahku.
“Oh ya,kok aku lupa ya!”ucap Dani dengan agak sedikit malu.
“Eh nih saatnya Revan tampil”kataku sambil agak penasaran.
“Emang kenapa?”Tanya Dani padaku.
“Tidak,tadi katanya dia mau nyanyi special untukku,jadi aku penasaran.”Jelasku

Setelah aku tunggu,ternyata Revan menyanyikan sebuah lagu dari Ungu yang berjudul “Cinta Dalam Hati”.Di situ aku sadar bahwa selama ini Revan menyukai diriku.Sebenarnya aku juga mencintainya,tapi saat mendengar ia akan pindah aku bohong.Dan aku bilang hanya menganggapnya sebagai sahabat.Aku kira Revan menerima dengan lapang dada apa yang telah aku putuskan.Karena memang ia anak yang pantang putus asa, baik dalam hal pelajaran maupun masalah lain.Hatiku sakit saat aku harus bohong.Tapi di sisi lain aku melihat dia tulus mencintaiku,seperti yang tersirat dalam lagu yang di bawakannya,yaitu

Mungkin ini memang jalan taqdirku
Mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku asalkaupun bahagia dalam hidupmu
Telah lama ku pendam perasaan ini
Menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku mencintaimupun adalah bahagia untukku

Air matapun tak dapat ku bendung lagi,dan dengan sendirinya mengalir dari sudut bola mataku.
“Oh Tuhan,mengapa ini semua bisa terjadi?”Kata hati kecilku.
Ku lihat Dani melihatku sambil curiga.
“Kenapa ayy kok nangis?”Tanya Dani padaku.Tapi aku tak menjawab,dan terus membisu sembari merenungkan kisah-kisah yang selama ini ku lewati bersama Revan,selama kurang lebih tiga tahun.

Setelah acara selesai akupun meminta sesuatu pada Dani untuk memberikan waktu padaku agar dapat bertemu dengan Revan,untuk yang terakhir kalinya.Karena Revan akan pindah ke luar Negeri bersama orang tuanya yaitu ke Italia.
“Dan,aku mohon beri waktu untuk bertemu dengan revan yang terakhir kalinya,please?”Pintaku pada Dani.
“Tapi Ayy,…Oke deh tapi gue temani”
“Baiklah…”ucapku.
Akhirnya aku dapat mengantar Revan ke Bandara dengan diantar Dani.

* * *

Saat di Bandara aku sempat bercakap-cakap dengan Revan untuk yang terakhir kalinya.
“Hanya satu pesanku padamu ayy,semoga kamu dapat menemukan cinta sejatimu”Ucap Revan padaku.
“Begitu juga kamu Van…,jaga baik-baik diri kamu dan jangan pernah lupakan sahabatmu yang paling baik ini”Pesanku sebelum Revan meninggalkanku.
“aku akan selalu mengingatmu dimanapun aku berada,Bye-bye…”
“Bye …”salam terakhirku.

Tiba saatnya pesawat akan lepas landas akupun hanya dapat melambaikan tangan untuk yang terakhir kalinya.Memang benar apa yang pernah di katakannya dulu,bahwa semua manusia telah di ciptakan berpasang-pasang,dan mungkin Revan bukan milikku.Dan aku tidak boleh putus asa.

CiNT@ G!La

BY :UNGU
Tahukah kau apa yang kau lakukan itu
Tahukah kau siksa diriku
Bertahun ku nantikan jawaban darimu
Bertahun-tahun ku menunggu
Kau sangka aku akan menyerah
Kau sangka aku akan pasrah
Dirimu tak pedulikan aku
Walau cinta hanya untukmu
Walau kasih hanya untukmu
Walau sayang hanya untukmu,untukmu...,untukmu...,untukmu...
REFF:
Kau mimpi-mimpiku cinta gilaku hanya padamu
Hanya kau belahan jiwa cinta membara tiada tara